Rabu, 14 November 2012

Silaturahmi Subjek dan Objek



Silaturahmi Subjek dan Objek
Nama : Camalina Sugiyarti (Viewer)
NIM  : 12708251078/ PSn D

Partner
Nama : Desy Aquina (interviewer)
NIM  : 12708251076/ PSn D

Pertanyaan 1 : Menurut anda apakah subjek itu?
Jawaban     1  Subjek adalah sesuatu yang mengatur objek, bahasa antara subjek berbeda dengan objek. Dalam dunia pendidikan, saya mencoba mengkhususkan pada contoh guru dan siswa, yang menjadi subjek adalah guru.
Tanggapan 1 : Saya setuju dengan jawaban sdr. Desi. Subjek adalah sesuatu yang mempunyai kuasa terghadap objeknya.

Pertanyaan 2 : Menurut anda apakah objek itu?
Jawaban     2 : Objek adalah sesuatu yang diatur oleh subjek. Objek tidak mengetahui bahasa subjek. Contohnya adalah siswa.
Tanggapan 2 : Benar adanya bahwa siswa itu adalah objek guru, seperti anak merupakan objek orang tua, bawahan merupakan objek atasan.

Pertanyaan 3 : Apakah bisa terjadi subjek sekaligus objek ataupun sebaliknya? Jelaskan?
Jawaban    3 : Bisa terjadi. Subjek sekaligus objek. Contohnya adalah guru, guru adalah subjek siswa. Sedangkan guru adalah objek bagi kepala sekolah.
Tanggapan 3 : Saya sependapat bahwa subjek bisa bertindak sekaligus objek. Misalnya diri kita sendiri, diri kita adalah subjek untuk barang-barang yang kita miliki dan sekaligus objek bagi orang-orang yang mempunyai kuasa atas diri kita.

Pertanyaan 4 :Apakah semua subjek mempunyai objek dan sebaliknya semua objek pasti bersubjek?
Jawaban     4 : ya, karena adanya proses terjemah dan menjertemahkan (hermeneutik). Dalam berfilsafat mengenal dimensi-dimensi. Hal ini tidak berlaku untuk sesuatu yang bersifat absolute. Karena subjek yang paling tinggi adalah Tuhan Yang Maha Esa.
Tanggapan 4 : Kehidupan ini menggapai keseimbangan sehingga ada tesis dan antitesi, maka munculkan subjek dan objek. Saya juga setuju bahwa diantara subjek-subjek itu ada subjek tertinggi yang sudah tidak bersubjek lagi, yaitu clausa prima, Allah SWT.

Pertanyaan 5 : Bagaimana sikap anda jika ada subjek yang tidak menghargai objek?
Jawaban     5 : Adanya subjek yang tidak menghargai objek , disini terjadi kontradiksi, karena subjek tidak mengerti akan hakekat hubungan terjemah dan menterjemahkan. Subjek yang melakukan hal ini akan cenderung melakukan determinasi, sehingga determinasi ini akan menutup minat dan bakat yang kita miliki.
Tanggapan 5 : Benar yang dikatakan sdr.Desi, subjek yang tidak menghargai objek berarti subjek tersebut belum menyadari akan hakekat hubungan terjemah dan menterjemahkan. Selain itu subjek tersebut belum mampu membersihkan hatinya.

Pertanyaan 6 : Jika anda objek, dan anda diperlakukan tidak adil oleh subjek anda, apa yang akan anda lakukan?
Jawaban     6 : Yang saya lakukan adalah berusaha memahami sifat apa yang dimiliki oleh subjek, dan berusaha menyikapi perlakuan tersebut dengan bijaksana. Karena ini merupakan proses terjemah dan menterjermahkan, berusaha menjalin silaturahim yang baik dengan subjek, sehingga tidak saling terjadi determinasi yang negatif,.
Tanggapan 6 :Menjadi objek berarti dibawah kekuasaan subjek, sehingga sebagai objek kita harus pandai-pandai menyikapi perlakuan subjek. Bijaksana, ya itu lah cara yang paling tepat.

Pertanyaan 7 : Jika subjek anda membuat suatu aturan yang hanya mementingkan subjek itu sendiri. Apa yang akan anda lakukan? Tetap menjalankan aturan tersebut atau bagaimana?
Jawaban     7 : Tetap menjalankan aturan tersebut, selama aturan tersebut tiadak bertentangan dengan hati nurani/ keyakinan kita. Kita sebagai objek tidak mengetahui bahasa subjek, oleh karena itu tidak tidak bisa melakukan justifikasi bahwa guru itu bertindak sewenang-wenang, sesuatu yang dianggap sewenang- wenang itu justru bisa baik untuik objek.
Tanggapan 7 :  Sdr. Desi menatakan bahwa kan tetap menjalankan aturan tersebut, selama aturan tersebut tiadak bertentangan dengan hati nurani/ keyakinan kita. Namun saya pribadi jika mendapati subjek yang bertindak seperti itu, yaitu hanya mementingkan dirinya sendiri, itu tidak sesuai dengan hati nurani saya.

Pertanyaan 8 :Menurut anda bagaimana seharusnya subjek memperlakukan objek?
Jawaban  8 : Melakukan proses terjemah dan menerjemahkan, tidak saling melakukan determiinasi yang negatif yang dapat menutupi sikap seseorang, tidak saling melakukan hipotetikel dan justifikasi yang menuju arah negatif, perlu adanya komunikasi sehingga ada silaturahmi yang baik.
Tanggapan 8 : Saya sependapat dengan pernyataan sdr. Desi. Intinya adalah terjemah dan menerjemahkan.

Pertanyaan 9 : Menurut anda bagaimana seharusnya objek memperlakukan subjek?
Jawaban     9 : Berusaha memahami sikap dari dari subjek, tidak melakukan justifikasi yang menuju arah negatif, menggapai subjek lebih bijaksana sehingga terjalin  komunikasi yang baik dan proses terjemah dan menerjemahkan berjalan baik.
Tanggapan 9 : Komunikasi yang baik merupakan kunci dari suatu hubungan yang harmonis, seperti yang sering dikatakan Pak Jokowi, yany terpenting komunkasi. Hidup ini adalah komunikasi, filsafat tidak lain adalah komunikasi juga.

Pertanyaan 10: Apakah subjek bisa dikalahkan oleh objek? Mengapa?
Jawaban     10: Subjek tidak bisa dikalah oleh objek karena bahasa yang dipake oleh subjek tidak dimengerti oleh objek, sampai kapan pun ilmu yang dimilki objek tidak akan sama dengan subjek.
Tanggapan 10 : Saya kurang sependapat dengan sdr.Desi, ada kalanya suatu anomaly yaitu subjek bisa dikalahkan oleh objek. Misalnya dari fenomena-fenomena yang terjadi belakangan ini banyak presiden yang mampu digulingkan oleh rakyatnya, itu merupakan bukti bahwa objek bisa mengalahkan subjek.

Pertanyaan 11: Kesimpulan anda mengenai subjek dan objek?
Jawaban     11: Kesimpulan mengenai subjek dan objek adalah sesuatu yang mengatur objek adalah subjek sedangnkan sesuatu yang diatur subjek adalah objek. Agar terjadi komunikasi yang baik antar keduanya perlu adanya proses terjemah dan menerjemahkan. Saling bersifat bijaksana dalam menggapai suatu persoalan sehingga terjalin silaturahmi yang baik.
Tanggapan 1 1:  Benar adanya bahwa agar silaturahmi antara subjek dan objek tetap terjalin baik harus ada proses terjemah dan menerjemahkan. Bersifat bijaksana dalam menggapai suatu persoalan







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar