Minggu, 14 Oktober 2012

Para Dewa


Para Dewa
Refleksi Kuliah Filsafat Ilmu (Pengampu: Dr. Marsigit)
Camalina Sugiyarti
(12708251078/Psn D)
PPs UNY
2012

Segala sesuatu di dunia ini mempunyai dewanya masing-masing. Umat manusia dewanya adalah tuhan, presiden adalah dewa bagi rakyat dan para pegawainya, anggota DPR adalah dewa bagi rakyatnya, para gubernur adalah dewa bagi para bupati, para bupati adalah dewa bagi para camat, para camat adalah dewa bagi para lurah, para suami adalah dewa bagi para istri, bapak dan ibu adalah dewa bagi ank-anaknya, kakak adalah dewa bagi adiknya, guru adalah dewa bagi murid-muridnya, bahkan setiap manusia adalah dewa, dewa bagi apa yang dimilikinya, baju, rumah, dan sebagainya.
Dewa adalah yang “ada” dan yang “mungkin ada”. Dewa adalah subjek bagi objek-objeknya. Dewa mempunyai dimensi yang lebih tinggi daripada objek-objeknya.Sehingga tidak sembarangan orang yang bisa berkomunikasi dengan dewa. Hanya seorang dewalah yang bisa berkomunikasi dengan dewa.
Sehingga objek-objek itupun tidak bisa berkomunikasi dengan dewanya. Objek-objek itupun tidak tahu apa yang sebenarnya dilakukan atau dibicarakan oleh dewanya. Objek tak akan mampu membaca pikiran para subjeknya. Baju yang engkau kenakan tak akan penah bisa mengetahui apa yang kamu pikirkan, sepeda motor yang setiap hari mengantarkanmu kemana pun kamu pergi juga tak akan pernah mampu untuk membaca pikiranmu, kamu pun takkan mampu membaca pikiran ibumu yang sedari kecil disampingmu.
Hal tersebut terjadi karena bahasa para dewa berbeda dengan bahasa orang biasa (objek-objeknya). Hanya orang tertentu yang bisa mengerti bahasa para dewa, selain para dewa itu sendiri. Orang-orang seperti apakah yang mampu mengerti bahasa para dewa? Mereka adalah orang-orang yang mampu merefleksi (memikirkan pengalamannya). Untuk menggapai bahasa para dewa harus mau melakukan olah pikir.
Berfilsafat adalah cara untuk menggapai bahasa para dewa. Jika objek-objek mampu mengerti bahasa para subjeknya. Maka para objek akan mengetahui apa yang sebenarnya dilakukan oleh para subjeknya/dewanya. Sehingga para dewa tidak akan semena-mena menggunakan kekuasaannya untuk menguasai objeknya.
Pertanyaan:
  1. Setelah bisa mengetahui bahasa para dewa, selanjutnya apa yang bisa dilakukan oleh para objek?
  2. Apakah objek bisa mengalahkan subjek?



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar